27 November 2024

Golput juga Pilihan

 


Hitam: jelas Hitam,
Putih: juga jelas bahwa Putih,
 yang susah itu kalau: Abu-Abu
Grey alias Abu-Abu itu arahnya kemana ya?
 hitam atau putih 😂. Berhubung aku belum menemukan jawabannya, maka akupun menuliskannya, antara Hitam dan Putih ada warna Abu-Abu: dia ambil aman, netral tapi tidak teguh pendirian (Black or White? Aku juga masih mencari jawaban  di diri) 

_Out the topic_

Semarak demokrasi 2024 berjalan, mulai dari pilpres di awal tahun 2024, dan ditutup Pilkada serentak menjelang akhir tahun. Lucunya, mendekati hari-H Pilkada, polemik demokrasi bermunculan, mulai dari skandal intern paslon, kubu dan partai yang putar haluan, hingga mempertanyakan kapasitas Bawaslu. Awal Oktober, gempar Kronologi OTT Gubernur atas dugaan kasus suap dan gratifikasi, yang mana secara tidak langsung berita ini berimbas pada citra salah satu paslon Gubernur yang akan bertanding di Pilkada 27 November ini.

Satu bulan berlalu, di awal November Drama baru muncul, keputusan pembatalan salah satu paslon karena pelanggaran administratif penggunaan #tagline di Pilwali Banjarbaru oleh salah satu Paslon yang berujung dengan pelaporan hingga diputuskan Paslon tersebut didiskualifikasi oleh KPU Kalsel.

Meski kucoba melogikakan secara rinci alasan pelanggaran, yang kutemui berupa "Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2 tersebut, dinilai telah melakukan pelanggaran administratif sesuai ketentuan Pasal 71 Ayat (3) Jo. Ayat (5) UU Pemilihan Kepala Daerah.

Yakni penggunaan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan Paslon." 

Meski masalah serupa juga terlapor di Kab. Banjar, tapi tidak sampai memberi keputusan diskualifikasi Paslon terlapor, selain itu ada pola penanganan berbeda yang dilakukan oleh KPU dan bawaslu ditingkat Kabupaten. Keputusan KPU, kredibilitas untuk wewenang tanggung jawab Bawaslu bagiku mencederai demokrasi. 

Seperti inikah pesta demokrasi? 

Ada apa gerangan??? 

Mungkinkah demokrasi itu bermakna: blokade segala rintangan, kerahkan berbagai elemen untuk memaksa se.visi dengan tujuan empunya kuasa. Kubu-ku harus menang bagaimanapun caranya. 🙃

Suara kita adalah_ amanah, 

Jabatan Pemimpin Daerah_ juga amanah. 

Dengan berbagai alasan ke-mashlahat-an, terkendala waktu, tenaga dan biaya.  Maafkan aku, di Pilkada kali ini "Golput" 

Karena sesungguhnya Golput juga pilihan, pilihan untuk tidak memilih. 

Ya Allah, sayangilah rakyat Indonesia. Janganlah engkau biarkan kemenangan bagi orang orang yang menDzalimi rakyat dan Orang-orang yang melanggar ketentuan Bangsa, yang menyebabkan warga tercerai berai. 

Berkahi & lindungi pemimpin dari Paslon terpilih. Semoga yang terpilih adalah pemimpin yang takut pada RabbNya, sehingga mampu amanah dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya.

  _Indonesia Bersatu_


24 November 2024

Trinitas


 

Klise dengan judul postingannya, 

Kok Trinitas, bukan kah itu konsep yang diajarkan dalam Alkitab, yang notabene nya adalah pembahasan agama dalam konteks nonis. Sependek pemahaman aku, realitanya Trinitas tetap berfokus di satu. 

Apakah ini berarti aku mengiyakan ajaran Trinitas di Kristen? Mungkin iya, mungkin tidak. 

Layaknya yang dikemukakan para mualaf dicuplikan berikut 

https://youtube.com/shorts/hJp4OuxZ4jc?si=iWreWvnE4CoQQ2rd 

Membuat aku tertarik memahami makna trinitas dari sudut pandang lain. Bolehkan aku bandingkan pemahaman nonis dengan sudut pandang Tuhan dalam ajaran agamaku. Simpulanku bermuara di satu makna yang sama "Esa" yang termaktub dalam surah al Ikhlas

Aku sebagai pribadi yang selalu mempertanyakan siapa yang ada dalam diriku. 

Kadang dominan otakku, 

kadang hati ku berbisik, 

kadang jiwaku berontak. 

Lalu sebenarnya empu.nya jiwa dan raga ini yg mana, kenapa nafsu bisa mempengaruhi perilaku, kenapa otak bisa tak sejalan dengan hati. Siapa yang punya kendali atas diri ini? 

Nyatanya trinitas kujalani disetiap aspek kehidupan, berekonomi, bersosial bahkan beribadah. 

disatu waktu mungkinkah trinitas ibarat KhatamanNubuwwah. 

Atau ibarat hubungan sosial dimana disana ada Aku, Kamu, dan DIA. 

Aku: diriku, kamu : lawanku, dan DIA : pencipta aku dan kamu. 


Ah, sudahlah, 

Sudah sejauh ini pikiran ku berkelana, 

Akan ada masanya aku baca ulang hasil tulisan dari sekelumit pikiran yang belum terarah ini, dan dimomen itu semoga titik terang trinitas makin mampu mendekatkan aku dengan DIA. Dia yang menjadi asbab atas semua hal, sebagai elemen yang tidak terdefinisikan dengan kata kata, yang berawal dan bermuara pada titik.