Hitam: jelas Hitam,
Semarak demokrasi 2024 berjalan, mulai dari pilpres di awal tahun 2024, dan ditutup Pilkada serentak menjelang akhir tahun. Lucunya, mendekati hari-H Pilkada, polemik demokrasi bermunculan, mulai dari skandal intern paslon, kubu dan partai yang putar haluan, hingga mempertanyakan kapasitas Bawaslu. Awal Oktober, gempar Kronologi OTT Gubernur atas dugaan kasus suap dan gratifikasi, yang mana secara tidak langsung berita ini berimbas pada citra salah satu paslon Gubernur yang akan bertanding di Pilkada 27 November ini.
Satu bulan berlalu, di awal November Drama baru muncul, keputusan pembatalan salah satu paslon karena pelanggaran administratif penggunaan #tagline di Pilwali Banjarbaru oleh salah satu Paslon yang berujung dengan pelaporan hingga diputuskan Paslon tersebut didiskualifikasi oleh KPU Kalsel.
Meski kucoba melogikakan secara rinci alasan pelanggaran, yang kutemui berupa "Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2 tersebut, dinilai telah melakukan pelanggaran administratif sesuai ketentuan Pasal 71 Ayat (3) Jo. Ayat (5) UU Pemilihan Kepala Daerah.
Yakni penggunaan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan Paslon."
Meski masalah serupa juga terlapor di Kab. Banjar, tapi tidak sampai memberi keputusan diskualifikasi Paslon terlapor, selain itu ada pola penanganan berbeda yang dilakukan oleh KPU dan bawaslu ditingkat Kabupaten. Keputusan KPU, kredibilitas untuk wewenang tanggung jawab Bawaslu bagiku mencederai demokrasi.
Seperti inikah pesta demokrasi?
Ada apa gerangan???
Mungkinkah demokrasi itu bermakna: blokade segala rintangan, kerahkan berbagai elemen untuk memaksa se.visi dengan tujuan empunya kuasa. Kubu-ku harus menang bagaimanapun caranya. π
Suara kita adalah_ amanah,
Jabatan Pemimpin Daerah_ juga amanah.
Dengan berbagai alasan ke-mashlahat-an, terkendala waktu, tenaga dan biaya. Maafkan aku, di Pilkada kali ini "Golput"
Karena sesungguhnya Golput juga pilihan, pilihan untuk tidak memilih.
Ya Allah, sayangilah rakyat Indonesia. Janganlah engkau biarkan kemenangan bagi orang orang yang menDzalimi rakyat dan Orang-orang yang melanggar ketentuan Bangsa, yang menyebabkan warga tercerai berai.
Berkahi & lindungi pemimpin dari Paslon terpilih. Semoga yang terpilih adalah pemimpin yang takut pada RabbNya, sehingga mampu amanah dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya.
_Indonesia Bersatu_










