04 Februari 2017

Kepergian.mu

Tahun baru 2017, saat semua orang merayakan tahun baru. Tidak ada firasat apa-apa, akupun tak menyangka kalau mama harus pergi secepat ini. Pagi itu, Minggu di 1 Januari 2017, kami berkemas untuk sementara stay di rumah nenek (mertua mama). Rumah nenek yang  tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami -+5Km. Tak tau mengapa ajakan ayah kali ini, di-iya-kan oleh mama. (Karna biasanya beliau selalu menolak ketika kami mau merawat mama di rumah nenek saja) beliau selalu beralasan ingin dirawat dan ingin stay di rumah sendiri.

Keseharian beliau yang sudah lumrah aku lihat, setiap pagi, siang, petang, malam, duduk di kursi roda, saking lamanya aku pun tidak sadar sudah berapa bulan beliau dengan kebiasaan itu, saking parahnya menahan penyakit, untuk tidur sekalipun harus dikursi roda.

Tepatnya pukul 03:30 AM pada 3 Jumadil Akhir bertepatan dengan 2 Januari 2017 beliau menghembuskan nafas terakhir. Yaaa, aku masih ingat dengan suasana itu, ketika kami semua hadir : anak-anak beliau, Mertua dan nenek (ibu dari mama), bibi, paman, dan kakek... Beliau pergi setelah kami (orang.orang yang menyayangimu) berkumpul, saat itu pula kami semua dituntut untuk ikhlas.
Beliau yang biasanya tidur di kursi roda, entah kenapa malam itu bisa tidur rebahan di atas kasur dengan ditemani ayah, aku dan adikku (mai) dalam satu kasur yang sama dengan mama.

Sejak pukul 12am beliau tidak tertidur, beberapa kali memuntahkan penyakitnya, sempat aku menangis aku tidak  terima melihat sakitnya beliau dengan kondisi itu,,,..

Hingga waktu seakan berhenti, waktu duniawi beliau harus berakhir, kulihat tidak ada lagi detak itu, nadi di leher beliau tidak lagi berdenyut. Kalimat tauhid yang sebelumnya ayah bimbing ditelinga mama, semoga menjadi penutup kalimat terakhir yang mama dengar dan lafalkan dan semoga itu sbg alamat beliau 'husnul khatimah.'
Ku ingat keadaan beliau, saat sakit sekalipun, jarang aku mendengar keluhan dari beliau, sabarnya beliau dengan penyakit, sabarnya beliau dengan ujian-MU. Semoga balasan yang terbaik untuk beliau. Mudahan dengan mudahnya sakaratul maut beliau- jalan beliau selanjutnya juga mudah. Berilah tempat terbaik untuk beliau di sisi-MU

Sesuai janji beliau dengan sang Khaliq (di alam kandungan), beliau harus tutup usia di umur 42tahun
Innalillahi wa inna ilaihi raajiun.
Semoga amal ibadah mama diterima, semoga dilapangkan di dalam kubur, ini yang terbaik dari-NYA.

Baktiku kali ini selalu mendoakanmu, mudahan aku bisa menjadi anak sholehah yang menjadi amal jariyah untuk mama.

Maaf postingan.ku bareng mama #mama tidak pakai penutup kepala karena pada kondisi sakit spt ini mama jarang memakai hijab, beliaupun tidak betah dengan rambut panjang #karena penyakit yanng diderita beliau menyebabkan beliau sering berkeringat dan suhu tubuh yang sering kepanasan

Berobat ke martapura #Oktober 2016

Rawat inap #Desember 2016

foto wefie #18September 2016

Ketika pulang dari RSUD.Kandangan @Desember 2016


Note: buat kalian yang ortunya masih lengkap.... Bahagiakan mereka, dapatkanlah keberkahan doa ibu-bapak #karena kita tidak tahu #seberapa banyak waktu yang kita miliki# sampai kapan kita  bisa berkumpul dengan orang yang kita cintai #jangan-tunda-baktimu pada mereka😊 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar